Assalamualaikum teman-teman, senang rasanya menyapa kalian semua di
malam ramadhan yang penuh berkah ini. di note ini saya mau bercerita
tentang pengamatan saya selama ini mengenai kesombongan yang dimiliki
seseorang. Pernahkah teman-teman bertemu orang sombong? mengenai apa
saja, dimulai dari sombong harta, pangkat, kepintaran, sampai pada
sombong terhadap imannya, Naudzubillah min dzalik. Tapi, pernahkah
teman-teman menyadari bahwa kita juga pernah bersikap yang sama, yaitu
sombong. Mudah-mudahan Allah senantiasa melindungi kita dari sifat-sifat
syaitan yang demikian. Amiin.
Tapi tenang saja
teman-teman, seperti kata-kata guru saya "jika saja kita mengetahui akar
suatu masalah, kita pasti bisa mengatasi masalah tersebut." Dan, aku
berpikir tentang kebiasaan buruk orang tua akhir-akhir ini yaitu
memberitahu anaknya dengan kata-kata yang keliru. Misalnya saja, anaknya
yang sedang bermain dan lupa waktu, orang tuanya malah menegur mereka
dengan berkata "main saja sana terus, sampai malam sekalian gak usah
pulang!." Jika saja anaknya tidak cerdas, ia pasti malah terus bermain
sampai malam. Tapi, karena ia mengetahui maksud orang tuanya yang
sebaliknya, anak itu akan masuk rumah dan melakukan yang sebaliknya
dikatakan orang tuanya.
Kemudian, saat orang tua tersebut
membanding-bandingkan anaknya dengan anak orang lain yang mungkin hanya
mempunyai satu kelebihan dibandingkan anaknya dengan sangat berlebihan,
dengan alasan ingin anaknya lebih baik. Coba teman-teman pikir ulang,
dan menempatkan diri teman-teman sebagai keduanya? Sebagai anak, pasti
akan merasa kesal dan membuktikan bahwa dia lah yang lebih dibandingkan
anak yang lain tersebut. Sebagai orang tua, mungkin akan melakukan cara
tersebut diluar kesadaran karena orang tua mereka juga mendidik mereka
dengan cara seperti itu. Lalu lingkaran masalah ini seperti tidak ada
habisnya.
Melihat contoh kehidupan sehari-hari seperti
diatas yang tidak jarang kita temukan dilingkungan sekitar kita, apa
teman-teman sadari? ya benar, kebiasaan buruk kita sebagai manusia yang
suka membanding-bandingkan kelebihan orang lain terhadap orang terdekat
kita lah yang menyebabkan munculnya sifat sombong pada diri kita.
Logikanya, jika orang tua membanding-bandingkan anaknya sendiri dengan
anak yang lain, anak itu akan otomatis akan bersikeras membela dirinya,
menyebutkan dan mencari-cari kelebihan dirinya terhadap anak yang lain
tersebut. Yang jika kebiasaan ini dibiarkan tumbuh bersamanya, ia akan
tumbuh dengan kesombongan bahwa dialah yang terbaik, dan tidak ada orang
lain yang boleh melebihi dirinya, dia akan bermulut besar mengenai
keangkuhannya terhadap orang lain.
Tapi teman-teman,
walaupun demikian, sebenarnya ia memiliki kepedihan di dalam hatinya.
Tanpa disadari, semakin banyak dia menyebarkan keangkuhannya, ia pun
akan merasa semakin takut dirinya tersaingi. Cara yang menurut penulis
ampuh untuk mengatasi masalah tersebut adalah terus mendekatinya dan
berprilaku baik terhadapnya apapun yang terjadi sampai luluh hatinya,
dan sadar akan perbuatan buruknya. Kemudian, supaya lingkaran kepedihan
ini tidak diwarisi oleh anak cucu kita, ada baiknya kita sama-sama
menyadari bahwa sifat sombong bukan lah lahir dari kepribadian seseorang
sejak lahir, tapi sifat yang lahir dari kebiasaan buruk kita sebagai
manusia yang tak luput dari kesalahan.
Akhir kata, penulis
ingin sama-sama mengajak teman-teman semua, yuk kita saling
mengingatkan dan menyebarkan nasihat-nasihat baik. Mari kita sama-sama
menjauhkan diri dari kebiasaan-kebiasaan yang menyebabkan sifat sombong
tersebut. Kalau tidak dimulai dari kita generasi-generasi muda, lalu
siapa lagi? penulis juga tidak mau dengan tulisan ini kita sampai
menyebabkan perselisihan dengan orang lain yang sedang keliru mengenai
kebiasaan ini. Guru penulis pernah berkata, "seseorang sejatinya ingin
menuju jalan kebenaran, tidak ada yang salah hanya mereka mungkin sedang
keliru." Marilah juga kita sebagai manusia sama-sama lebih meningkatkan
kasih sayang kita terhadap sesama, kalau bukan kita sebagai temannya,
siapa lagi yang akan peduli dengan teman kita? kalau bukan kita sebagai
orang tuanya, siapa lagi yang akan peduli dengan anak kita?
Semoga tulisan ini bermanfaat, Wassalamualaikum. Selamat malam semuanyaa. :)

No comments:
Post a Comment